Bisnis Indonesia, Rabu, 1 Juli 2009
oleh Achmad Aris
Jakarta : DPR mendesak pemerintak untuk menarik usulan pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) terhadap kegiatan pembangunan rumah yang dilakukan orang pribadi atau badan karena dianggap kontra produktif dan memberatkan masyarakat.
Anggota panitia kerja DPR RUU PPN dan PPnBM Andi Rahmat mengatakan pengenaan PPN atas kegiatan membangun sendiri, yang dilakukan tidak dalam kegaitan usaha atau pekerjaan oleh orang pribadi atau badan, akan kontraprodukti f terhadap perekonomian nasional.
"Pemerintah sudah mengenakan PPN untuk barangnya [bahan bangunan] seperti semen bahkan akan ada yang dikenai cukai. Jadi biaya bikin rumah sudah mahal sehingga jangan dibikin mahal lagi lah," katanya di Jakarta, kemarin.
Dia menuturkan sejauh ini pemerintah masih berkeinginan memungut PPN atas kegiatan membangun sendiri dengan memberikan batasan mengenai kegiatan membangun rumah sendiri yang dapat dikenai PPN.
"Pemerintah mengusulkan batasan nilai pembangunan yaitu di atas Rp. 1 Miliar baru dikenai PPN."
Menurut Andi, sangat sulit untuk membuat batasan harga pembangunan karena umumnya tingkat inflasi di industri properti cenderung naik setiap tahunnya.
"Kami bilang bahaya kalau pakai patokan karena faktanya orang kaya itu bangun rumahnya menggunakan jasa kontraktor, sedangkan yang bangun sendiri itu kebanyakan justru rakyat kecil."
Pengamat perpajakan dari Tax Center UI Darussalam menilai pengenaan PPN atas kegiatan membangun sendiri merupakan kebijakan yang tidak tepat.
Selain itu, lanjutnya, pada dasarnya pihak yang membangun sendiri bukan berarti tidak kena PPN, melainkan sebenarnya sudah terkena PPN pada saat membeli bahan bangunan.
Di tempat terpisah, Direktur Perpajakan I Ditjen Pajak Sjarifuddin Alsah mengungkapkan sejauh ini pemerintah masih pada posisi semula yaitu tetap ingin mengenakan PPN atas kegiatan membangun sendiri.
"Sejauh ini posisi pemerintah masih sesuai dengan RUU Ampresnya. Alasannya untuk kesetaraan," jawabnya singkat.
Material, Alat bantu, Metode, Berita-berita dan lainnya tentang konstruksi diulas di sini.
Kamis, 02 Juli 2009
Sabtu, 07 Maret 2009
KOLOM PRAKTIS PRECAST
Kolom praktis umumnya digunakan sebagai konstruksi untuk membantu berdirinya sebuah dinding bata/batako. Aplikasinya dengan cara mencetaknya langsung pada lokasi. Namun, pada suatu kasus mencetak kolom praktis dengan metode konvensional tersebut membutuhkan waktu lebih lama daripada biasanya yang dapat disebabkan karena bentuk kolom praktis yang harus mengikuti bentuk dinding yang inginkan.
Salah satu kasusnya adalah kolom praktis pada pintu utama yang memiliki ketebalan yang 'nanggung'. Dalm hal ini artinya adalah bahawa jika dilakukan konstruksi seperti halnya dalam gambar kerja maka akan tidak efisien karena terdapat celah kurang lebih 20 cm di antara kolom pratis yang memiliki dimensi 7,5 x 7,5 cm. Sehingga dipilihlah metode baru yang diharapkan lebih mempercepat pekerjaan, yaitu membuat kolom praktis secara precast.
Seperti halnya produk precast lainnya, kolom ini dibuat di luar area kerja untuk kemudian dipasang pada lokasi yang sudah ditentukan. Tahap pertama, tentu saja dengan membuat cetakannya terlebih dahulu. Karena posisinya yang terlentang, maka membuat bekisting menjadi lebih mudah. Karena areanya adalah beton plat yang relatif rata sehingga untuk bagian bawah hanya digunakan terpal atau plastik cor sebagai bodeman-nya. Kemudian setelah selesai, besi sebagai tulangannya dipakai. Kaedah yang dipakai sama saja seperti pekerjaan beton lainnya. Setelah itu kolom siap di cor.
Setelah selesai dibuat, tahap selanjutnya adalah mendirikan kolom pada lokasi yang sudah ditentukan. O iya...karena bobotnya yang tidak ringan, maka sebaiknya dipilih lokasi pengerjaan yang tidak jauh dari lokasi pemasangan. Dibutuhkan sekurangnya empat orang untuk menngangkat kolom praktis dengan dimensi 7,5 cm x 60 cm x 2 m. Di sisi bawah, kolom dihubungkan dengan stek besi yang ditanam ke plat beton kemudian diberi epoxy resin. Sedangkan yang atas di hubungkan dengan stek besi kolom dan stek besi plat. Setelah berdiri bagian atas dan bawah yang memiliki celah digrout dengan adukan cor kolom praktis.
Jika kolom praktis seperti ini dilaksanakan dengan metode konvensional, maka dapat membutuhkan waktu 1 minggu (7 hari) untuk melengkapi satu lantai, namun dengan metode ini dapat dipersingkat menjadi 4-5 hari.
*berdasarkan pengalaman di sebuah proyek di Jakarta
Salah satu kasusnya adalah kolom praktis pada pintu utama yang memiliki ketebalan yang 'nanggung'. Dalm hal ini artinya adalah bahawa jika dilakukan konstruksi seperti halnya dalam gambar kerja maka akan tidak efisien karena terdapat celah kurang lebih 20 cm di antara kolom pratis yang memiliki dimensi 7,5 x 7,5 cm. Sehingga dipilihlah metode baru yang diharapkan lebih mempercepat pekerjaan, yaitu membuat kolom praktis secara precast.
Seperti halnya produk precast lainnya, kolom ini dibuat di luar area kerja untuk kemudian dipasang pada lokasi yang sudah ditentukan. Tahap pertama, tentu saja dengan membuat cetakannya terlebih dahulu. Karena posisinya yang terlentang, maka membuat bekisting menjadi lebih mudah. Karena areanya adalah beton plat yang relatif rata sehingga untuk bagian bawah hanya digunakan terpal atau plastik cor sebagai bodeman-nya. Kemudian setelah selesai, besi sebagai tulangannya dipakai. Kaedah yang dipakai sama saja seperti pekerjaan beton lainnya. Setelah itu kolom siap di cor.
Setelah selesai dibuat, tahap selanjutnya adalah mendirikan kolom pada lokasi yang sudah ditentukan. O iya...karena bobotnya yang tidak ringan, maka sebaiknya dipilih lokasi pengerjaan yang tidak jauh dari lokasi pemasangan. Dibutuhkan sekurangnya empat orang untuk menngangkat kolom praktis dengan dimensi 7,5 cm x 60 cm x 2 m. Di sisi bawah, kolom dihubungkan dengan stek besi yang ditanam ke plat beton kemudian diberi epoxy resin. Sedangkan yang atas di hubungkan dengan stek besi kolom dan stek besi plat. Setelah berdiri bagian atas dan bawah yang memiliki celah digrout dengan adukan cor kolom praktis.
Jika kolom praktis seperti ini dilaksanakan dengan metode konvensional, maka dapat membutuhkan waktu 1 minggu (7 hari) untuk melengkapi satu lantai, namun dengan metode ini dapat dipersingkat menjadi 4-5 hari.
*berdasarkan pengalaman di sebuah proyek di Jakarta
Sabtu, 28 Februari 2009
PRODUK DARI MU UNTUK KONTRUKSI
Berikut adalah jenis produk MU untuk berbagai keperluan yang informasinya disarikan dari materi pemasaran dari MU sendiri.
1. MU 300.
Kegunaan : perekat pasang batu bata atau bata ringan
Kemasan : 40 Kg
Daya sebar : Bata merah : kurang lebih 1,25 m2/zak (40Kg)/10 mm (tebal siar)
Bata ringan : kurang lebih 3,5 m2/zak/10 mm
2. MU 200
Kegunaan : acian plesteran beton (beton eksposed)
Kemasan : 5 Kg dan 40 Kg
Daya sebar : kurang lebih 20m2/zak (40 Kg) /1,5 mm (tebal plesteran/acian)
3. MU 380
Kegunaan : perekat bata ringan atau beton ringan
Kemasan : 5 dan 40 Kg
Daya sebar : Bata ringan tebal 10 cm : 10m2/zak (40 Kg)/3 mm
Bata ringan tebal 7,5 cm : 16 m2/zak/3 mm
4. Mu 270
Kegunaan : acian warna putih
Kemasan : 25 Kg
Daya sebar : 8,5 m2/zak (25 Kg)/ 2 mm
5. MU 301
Kegunaan : Perekat untuk pemasangan bata merah dan pasang plesteran
Kemasan : 10 dan 40 Kg
Daya sebar : Bata merah : 1,25 m2/zak (40 kg)/ 10 mm (siar)
Plesteran : 1,9 m2/zak (40 Kg)/10 mm
Bata ringan : 3,5 m2/zak/10 mm
Plesteran : 2,1 m2/zak/10mm
6. MU 400
Kegunaan : Perekat keramik dinding
Kemasan : 5 dan 25 Kg
Daya sebar : 5 m2/za k (25 kg)/ 3 mm (tebal perekat)
7. MU 440
Kegunaan : Perata lantai, atau penambah ketinggian permukaan lantai
Kemasan : 40 Kg
Daya sebar : 1,2 m2/zak/ 20 mm (ketebalan screed)
8. MU 480
Kegunaan : Perekat keramik di atas keramik
Kemasan : 5 dan 25 Kg
Daya sebar : 5 m2/zak (25)/3 mm
masih ada beberapa tipe lainnya untuk kegunaan yang beragam pula.
1. MU 300.
Kegunaan : perekat pasang batu bata atau bata ringan
Kemasan : 40 Kg
Daya sebar : Bata merah : kurang lebih 1,25 m2/zak (40Kg)/10 mm (tebal siar)
Bata ringan : kurang lebih 3,5 m2/zak/10 mm
2. MU 200
Kegunaan : acian plesteran beton (beton eksposed)
Kemasan : 5 Kg dan 40 Kg
Daya sebar : kurang lebih 20m2/zak (40 Kg) /1,5 mm (tebal plesteran/acian)
3. MU 380
Kegunaan : perekat bata ringan atau beton ringan
Kemasan : 5 dan 40 Kg
Daya sebar : Bata ringan tebal 10 cm : 10m2/zak (40 Kg)/3 mm
Bata ringan tebal 7,5 cm : 16 m2/zak/3 mm
4. Mu 270
Kegunaan : acian warna putih
Kemasan : 25 Kg
Daya sebar : 8,5 m2/zak (25 Kg)/ 2 mm
5. MU 301
Kegunaan : Perekat untuk pemasangan bata merah dan pasang plesteran
Kemasan : 10 dan 40 Kg
Daya sebar : Bata merah : 1,25 m2/zak (40 kg)/ 10 mm (siar)
Plesteran : 1,9 m2/zak (40 Kg)/10 mm
Bata ringan : 3,5 m2/zak/10 mm
Plesteran : 2,1 m2/zak/10mm
6. MU 400
Kegunaan : Perekat keramik dinding
Kemasan : 5 dan 25 Kg
Daya sebar : 5 m2/za k (25 kg)/ 3 mm (tebal perekat)
7. MU 440
Kegunaan : Perata lantai, atau penambah ketinggian permukaan lantai
Kemasan : 40 Kg
Daya sebar : 1,2 m2/zak/ 20 mm (ketebalan screed)
8. MU 480
Kegunaan : Perekat keramik di atas keramik
Kemasan : 5 dan 25 Kg
Daya sebar : 5 m2/zak (25)/3 mm
masih ada beberapa tipe lainnya untuk kegunaan yang beragam pula.
Rabu, 04 Februari 2009
Scaffolding
Scaffolding adalah alat bantu yang digunakan sebagai penopang semenatara sebelum struktur utama selesai dan siap digunakan. Berikut adalah ilustrasi bagian-bagian dari scaffolding.Notes :
U Head sangat tidak dianjurkan untuk digunakan di bagian bawah sebab akan merusak U Head-nya. Jika sudah rusak sulit untuk mengembalikannya seperti semula.
Bagian U Head dan Jack Base di atur ketinggiannya.
Material : Tangga Precast
Seperti halnya dinding prefab dan lisplang precast, tangga precast dibuat terlebih dahulu di luar area kerja untuk kemudian dipasang. Namun kerumitan pekerjaan pembuatan di luar area kerja ini maka pembuatan tangga ini diserahkan pada subkontraktor yang sudah ahli dalam membuat tangga precast.
Tangga precast yang sudah jadi akan dikirim ke lapangan dengan menggunakan flatbed tronton yang dapat mengangkut 4 tangga precast ini sekaligus. Namun, karena material ini dibuat diluar area proyek dan cukup besar sehingga untuk memindahkannya akan membutuhkan waktu yag biaya tambahan maka perlu diperhatikan kualitas materialnya, kesesuaian dengan gambar dan jenisnya sehingga ketika ditemukan ketidaksesuaian, lebih baik untuk tidak diturunkan dan dibawa lagi ke pabriknya.
Dalam proses pemasangannya perlu diperhatikan kesesuaian dengan gambar agar tidak terbalik. Selain itu, kemiringan, pertemuan dengan finish plat lantai dan pertemuan plat bordes antara tangga precast perlu diawasi dengan baik. Penyetelan pemasangan tangga precast menggunakan tuckle.
Karena fisiknya yang besar dan berat, maka dalam prosesnya pun diperlukan pengamanan yang baik sehingga dapat dihindari kecelakaan kerja dan atau rusaknya tangga karena proses ini. Diperlukan dua orang komunikator yang bertugas di lokasi yang berbeda untuk membantu operator crane ketika mengangkat tangga tersebut. Satu orang berada di bawah di lokasi penyimpanan tangga, dan satu orang berada di atas di lokasi pemasangan. Keduanya harus dilengkapi dengan sarana komunikasi.
Notes :
Jauh sebelum pemasangan dilakukan, ketika dalam pelaksanaan pekerjaan struktur, area yang akan dipasang tangga perlu diberi perhatian khusus dalam pembesiannya dan mutu pengecoran karena bobot tangga precast ini lebih dari 1,5 ton.
Selain itu area penyimpanan tangga ini pun perlu memperhitungkan daya jangkauan crane.
Tangga precast yang sudah jadi akan dikirim ke lapangan dengan menggunakan flatbed tronton yang dapat mengangkut 4 tangga precast ini sekaligus. Namun, karena material ini dibuat diluar area proyek dan cukup besar sehingga untuk memindahkannya akan membutuhkan waktu yag biaya tambahan maka perlu diperhatikan kualitas materialnya, kesesuaian dengan gambar dan jenisnya sehingga ketika ditemukan ketidaksesuaian, lebih baik untuk tidak diturunkan dan dibawa lagi ke pabriknya.Dalam proses pemasangannya perlu diperhatikan kesesuaian dengan gambar agar tidak terbalik. Selain itu, kemiringan, pertemuan dengan finish plat lantai dan pertemuan plat bordes antara tangga precast perlu diawasi dengan baik. Penyetelan pemasangan tangga precast menggunakan tuckle.
Karena fisiknya yang besar dan berat, maka dalam prosesnya pun diperlukan pengamanan yang baik sehingga dapat dihindari kecelakaan kerja dan atau rusaknya tangga karena proses ini. Diperlukan dua orang komunikator yang bertugas di lokasi yang berbeda untuk membantu operator crane ketika mengangkat tangga tersebut. Satu orang berada di bawah di lokasi penyimpanan tangga, dan satu orang berada di atas di lokasi pemasangan. Keduanya harus dilengkapi dengan sarana komunikasi.
Notes :
Jauh sebelum pemasangan dilakukan, ketika dalam pelaksanaan pekerjaan struktur, area yang akan dipasang tangga perlu diberi perhatian khusus dalam pembesiannya dan mutu pengecoran karena bobot tangga precast ini lebih dari 1,5 ton.
Selain itu area penyimpanan tangga ini pun perlu memperhitungkan daya jangkauan crane.
Langganan:
Postingan (Atom)